Jumat, 28 November 2025
Ketua Pers Media Garasipublik Hadiri Penyaluran BLT Kesra Periode Oktober-Desember 2025 Di Desa Pejamben
Penyaluran BLT Kesra Periode Oktober – Desember 2025 di Desa Pejamben Berjalan Lancar
Kamis, 27 November 2025
Badak jawa mati usai translokasi di taman nasional ujung kulon
![]() |
| Badak jawa di TNUK |
Pandeglang - Upaya pelestarian satwa endemik badak Jawa melalui translokasi ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di area Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menghasilkan catatan kurang baik. Satu ekor badak Jawa bernama Musofa mati setelah ditranslokasi.
"Seekor badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) bernama Musofa, yang menjalani perawatan intensif di Javan Rhino Study and Conservation Area Taman Nasional Ujung Kulon, dinyatakan tidak dapat diselamatkan akibat kondisi penyakit kronis bawaan yang sudah lama diderita," kata Kepala Balai TNUK Ardi Andono dari keterangan tertulis yang diterima, Kamis (27/11/2025).
Ardi menyatakan proses translokasi Musofa telah melalui perencanaan matang, dengan melibatkan para ahli konservasi satwa liar dari dalam dan luar negeri, dokter hewan, TNI, serta berbagai mitra konservasi. Ia menjelaskan translokasi bertujuan menjaga kelestarian populasi badak Jawa di TNUK, yang terletak di Kabupaten Pandeglang.
"Seluruh prosedur dilaksanakan sesuai standar konservasi internasional, dengan simulasi, penilaian etik, serta kesiapan logistik, dan pengamanan. Musofa dipindahkan tanpa luka atau cedera, tapi penyakit kronis yang lama diderita menjadi tantangan medis yang tidak dapat diatasi," katanya.
Ardi mengatakan, pada 3 November, Musofa berhasil masuk pit trap atau lubang jebak yang dibuat oleh tim dan pada 3 November Musofa tiba di paddock JRSCA dalam kondisi stabil. Namun, pada 7 November, kondisi kesehatan Musofa menurun dan dinyatakan mati.
"Namun, pada 7 November 2025, Musofa mengalami penurunan kondisi klinis. Tim medis pun segera memberikan penanganan darurat sesuai standar penyelamatan satwa liar. Sayangnya, pada sore di hari yang sama, Musofa dinyatakan tidak dapat diselamatkan," ungkapnya.
Ardi melanjutkan, berdasarkan hasil bedah atau nekropsi oleh tim patologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, ditemukan penyakit bagian dalam. Tak hanya itu, ditemukan luka di bagian luar tubuh Musofa akibat perkelahian di alam liar.
"Pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit kronis yang sudah berlangsung lama pada lambung, usus, dan otak, infeksi parasit dalam jumlah signifikan, serta tanda degenerasi jaringan. Ditemukan pula luka lama akibat perkelahian di alam, yang menjadi faktor tambahan, namun bukan penyebab utama," ungkap Ardi. (Red).
Bupati Dewi Tekankan Pentingnya Transformasi Digital
![]() |
PANDEGLANG, BANTEN – Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk semakin adaptif dan mampu mengikuti arus transformasi digital.
Hal ini disampaikan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani saat membuka Seminar Hybrid di Oproom Setda Pandeglang, Kamis (27/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Dewi menegaskan bahwa pemahaman teknologi digital bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi ASN di era modern.
“Semua layanan saat ini berbasis aplikasi. Karena itu, saya meminta seluruh ASN di Pandeglang mampu menerapkan transformasi digital dalam bekerja,” tegasnya.
Menurut Bupati Dewi, peningkatan kapasitas ASN dalam bidang digital sangat penting untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan responsif. Ia berharap para ASN yang mengikuti seminar dapat benar-benar mempraktikkan ilmu yang diterima.
“Hari ini dapat ilmunya, semoga ke depan menjadi ASN yang terbaik. Sebab tuntutan transparansi publik semakin tinggi,” ungkapnya.
Bupati Dewi juga menekankan bahwa ASN harus menjadi motor penggerak transformasi digital di Kabupaten Pandeglang, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan akurat.
“ASN adalah ujung tombak pelayanan. Jika ASN menguasai teknologi digital, maka percepatan pembangunan dan kualitas layanan akan semakin meningkat,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati Dewi mengingatkan agar ASN tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Kita harus tetap menjaga etika dan berintegritas dalam memanfaatkan transformasi digital,” pungkasnya.
Seminar Hybrid tersebut diikuti ratusan ASN dari berbagai OPD, baik secara langsung maupun daring, dengan fokus pembahasan pada integritas, literasi keamanan, informasi, dan keuangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat digitalisasi birokrasi di Kabupaten Pandeglang. (Garasipublik.com).














